Tuesday, 3 May 2016

Mengenal Hootsuite, Layanan untuk Mengelola Akun Media Sosial

Mengenal Hootsuite, Layanan untuk Mengelola Akun Media Sosial



Ada beberapa sistem pengelolaan akun media sosial, salah satu yang dikenal cukup luas oleh para pekerja di bidang digital adalah Hootsuite.

Sederhananya, Hootsuite digunakan untuk mengelola kampanye komunikasi di satu atau beberapa saluran media sosial sekaligus; yang kini bisa dikelola di aplikasi berbasis web ini adalah: Twitter, Facebook, LinkedIn, Instagram, Google+, YouTube, dan Tumblr.
Caranya relatif mudah, pengguna tinggal mengakses situs Hootsuite.com lalu masuk menggunakan akun Twitter, Facebook, atau Google; setelah itu, ikuti instruksi pemakaian secara bertahap.
Penggunaan aplikasi semacam ini bisa mempermudah pengguna yang ingin lebih serius mengelola akun media sosialnya; terutama yang menggunakan media sosial untuk keperluan bisnis atau organisasi. Namun, memang banyak orang belum merasa akrab dengan aplikasi semacam ini.
Untuk memperkenalkan manfaat dari penggunaan Hootsuite, Boomee berbincang dengan praktisi media sosial Abang Edwin SA (@abangedwin) yang kini sedang menjalani peran sebagai Hootsuite Ambassador untuk Indonesia:
Mengapa memakai Hootsuite dibandingkan aplikasi lain?
Jika pengguna mengelola beberapa akun media sosial, maka Hootsuite bisa membantu kita mengelolanya dengan cara yang lebih mudah; hanya dari satu aplikasi.
Memang, di aplikasi Twitter untuk iOS atau Android, kita juga bisa mengoperasikan beberapa akun; tapi untuk mengelolanya harus berpindah dari satu akun ke akun lainnya. Sementara di Hootsuite, di satu laman kita bisa mengelola beberapa akun sekaligus, lengkap dengan kolom fitur seperti Timeline, Mentions, Direct Message, hingga Schedule.
Dan Hootsuite berbasis web, pengguna tak perlu menginstal aplikasinya; tinggal buka situsnya, dan login.
Untuk pengguna biasa apa tidak terlalu repot memakai Hootsuite?
Memang, Hootsuite biasanya lebih terasa saat digunakan untuk keperluan administrator media sosial, atau pengelola saluran media sosial untuk bisnis atau organisasi; karena memang itu kelebihannya.
Bahkan, untuk keperluan itu Hootsuite punya fitur kolaborasi, untuk pengelolaan akun oleh tim. Misal, ada Mentions berbentuk pertanyaan ke akun yang saya pegang, dan saya tidak bisa menjawab, tapi rekan saya yang juga memegang akun itu bisa; maka saya bisa mengirimkan catatan ke rekan saya itu, dan dia akan mendapat notifikasi lewat e-mail.
Tapi, kalau pun pengguna biasa ingin memakai Hootsuite, menurut saya layanan ini cukup mudah dan nyaman, sehingga bisa jadi pilihan untuk “main” Twitter atau Facebook sehari-hari; yang jelas, tak perlu membuka banyak laman untuk melakukannya.
Selain itu, mungkin saja ada yang mendadak punya ide dan ingin berbagi di Twitter, tapi waktunya nggak pas untuk nge-tweet; tinggal atur waktunya, dan gunakan fitur Schedule.
Atau bisa untuk stalking juga ya?
Ya itu juga bisa. Layanan ini bisa digunakan untuk melacak aktivitas akun tertentu, atau juga tagar. Mesinnya akan menjaring tweets yang terkait dan kita bisa memantau aktivitasnya.
Kalau untuk perusahaan, bisa untuk monitoring para buzzer juga; jadi ketahuan buzzer yang dibayar kerjanya sesuai dengan harapan atau tidak.
Layanan ini, selain gratis, juga ada yang berbayar; apa kelebihannya?
Kalau versi gratis kan hanya terbatas untuk mengelola lima akun; sementara yang berbayar (per bulan 8,99 dolar AS, atau sekitar 100 ribu rupiah) bisa digunakan untuk teamwork, ada fitur tambahan untuk kolaborasi dengan pengguna lain.
Ada lagi versi yang menyediakan fitur seperti custom invoicingcompliance integrations, dan menambah anggota tim untuk kolaborasi; ini harga berlangganannya pun lebih mahal lagi.
Bagaimana dengan kelemahannya?
Ada juga, misalnya belum bisa menampilkan video dalam laman, yang kalau mau ditonton tinggal klik Play; jadi harus buka laman baru lagi.
Lalu, untuk penjadwalan kicauan berseri misalnya, masih belum bisa dilakukan untuk beberapa akun. Ya, setiap produk pasti ada kelebihan dan kelemahannya.


This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon